Minggu, 09 Desember 2012

TUGAS INDIVIDU PEMASARAN SOSIAL




NAMA : MUHAMMAD ANDRIADI KARIM 
NIM : F2 DA 10 029
PERAN DAN DETERMINAN PEMASARAN SOSIAL TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT

PEMASARAN
Banyak dari masyarakat yang masih salah dalam mendefinisikan pemasaran. Masyarakat umum masih mengartikan pemasaran hanya sebagai penjualan, pembelian dan harga.  Pemasaran berasal dari kata marketing, dan pemasaran asal katanya adalah pasar yang berarti market, sedangkan yang bisa dipasarkan adalah berupa produk (barang) atau jasa. Memasarkan barang tidak hanya sekedar menawarkan atau menjual saja, tetapi di dalamnya terdapat beberapa kegiatan yang mencakup penjualan pembelian, dengan berbagai cara, menetapkan harga dan lain sebagainya.

Dibawah ini pengertian dari beberapa ahli pemasaran :
1.      William J Stanton
Pemasaran adalah keseluruhan intern yang berhubungan dengan kegiatan – kegiatan usaha yang bertujuan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli baik pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
2.      Philip dan Duncan
Pemasaran meliputi semua langkah yang digunakan atau diperlukan untuk menempatkan barang – barang berwujud pada konsumen.
3.      American Marketing Association
Pemasaran meliputi pelaksanaan kegiatan usaha niaga yang diarahkan pada aliran barang dan jasa dari produsen dan konsumen.

 Unsur Pokok dalam kegiatan pemasaran adalah:
1.      Pemasar
Pemasar adalah organisasi atau perorangan yang mempunyai tujuan tertentu bagi organisasi maupun pribadinya. Tujuan pemasar tersebut misalnya keuntungan, survive, kesetiaan pelanggan, kesejahteraan dan sebagainya yang harus dipenuhi.
Pemasar dapat merupakan:
  1. Produsen ( umumnya berorientasi pada keuntungan )
  2. Organisasi ( belum tentu berorientasi pada keuntungan )
  3. Pemerintah ( berorientasi pada kesejahteraan rakyat )
  4. Barang dan Jasa
Produsen menawarkan barang dan jasa untuk pemenuhan kebutuhan dan keinginan kensumen.

2.      Pasar
Pasar adalah konsumen pribadi atau organisasi perusahaan yang mempunyai kebutuhan dan keinginan berwujud sebagai permintaan terhadap barang atau jasa. Pada umumnya, tujuan dari konsumen pribadi adalah pemenuhan dari kepuasan kebutuhan dan keinginannya. Sedangkan tujuan pasar organisasi perusahaan adalah keuntungan atau yang lain. Pasar mempunyai kapasitas pertukaran ( daya beli ) untuk bisa memperoleh barang yang diminta. Daya beli adalah kemampuan pasar untuk mendapatkan barang yang diperlukan. Daya beli dapat berwujud penguasaan uang, barang yang bernilai untuk ditukarkan ataupun kepercayaan orang lain bahwa mereka mampu membayar.

 PEMASARAN SOSIAL DI BIDANG KESEHATAN MASYARAKAT
Pemasaran sosial, penggunaan teknik pemasaran untuk memperkenalkan atau mengadakan perubahan sosial.  Seiring dengan perubahan kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia, pemasaran sosial ( social marketing ) telah banyak dipergunakan dalam berbagai keperluan program kesehatan, yang merupakan salah satu bentuk operasional dari komunikasi kesehatan. Sebagai contoh program keluarga berencana.
Pemasaran Sosial merupakan bagian dari bidang studi komunikasi. Salah satu definisi  komunikasi yang relevan dengan bahasan ini adalah seperti yang dikemukakan Arnold dan Hirsch : Suatu proses penyampaian pesan yang bertujuan untuk mempengaruhi perilaku penerima pesan. Pengertian yang paling sederhana mengenai pemasaran sosial adalah penggunaan prinsip-prinsip dan teknik pemasaran untuk menyampaikan ide atau perilaku tertentu. Philip Kotler (2005), menyatakan bahwa pemasaran sosial adalah suatu proses untuk membuat rancangan, implementasi dan pengawasan program yang bertujuan meningkatkan penerimaan gagasan sosial atau perilaku pada kelompok sasaran. Pemasaran dalam konteks promosi kesehatan adalah ketrampilan manajemen dalam hal mengidentifikasi kesempatan – kesempatan untuk memenuhi permintaan konsumen atau klien sehingga memberikan perlindungan maksimal dan atau perbaikan dalam kesehatan mereka ( Ewles dan Simnett, 1994 ). Kegiatan pemasaran sosial tidak berbeda dengan pemasaran komersial dalam hal penggunaan teknik analisis yang meliputi riset pasar (marketing research ), pengembangan produk, penentuan harga ( keterjangkauan ) dan periklanan serta promosi.
Meskipun demikian, terdapat beberapa perbedaan antara pemasaran komersial dengan pemasaran sosial:
  1. Penggunaan produk sosial sering kali lebih rumit
  2. Produk sosial lebih kontroversial
  3. Keuntungan produk sosial tidak dapat dirasakan dengan cepat hasilnya

Pusat kegiatan pada pemasaran sosial adalah konsumen atau masyarakat, atau pemasaran sosial berorientasi pada konsumen, bukan pada perusahaan seperti pada pemasaran komersial. Hal ini berarti bahwa tingkat keberhasilan kegiatan pemasaran sosial ditentukan berdasarkan ukuran konsumen atau masyarakat.
Konsumen sebagai tolak ukur mempunyai empat unsur yaitu produk, harga, tempat dan promosi. Ke empat unsur tersebut harus dikembangkan dan dikelola secara terpadu sebagai kesatuan dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Keterpaduan unsur – unsur tersebut dikenal sebagai bauran unsur atau marketing mix.
Contoh Kasus Pemasaran Sosial dalam Kesehatan Masyarakat mengenai PHBS (Perilaku Hidup bersih dan Sehat )
Analisis:
1.      Lingkungan
·         Kondisi lingkungan kurang bersih
·         kondisi pemukiman rawan banjir dan padat
·         Tidak ada sarana air bersih
·         Perilaku Konsumen
a.       Budaya masyarakat membuang sampah ke sungai
b.      Kebiasaan membuang kotoran tidak di jamban
c.       Kebiasaan tidak mencuci tangan dengan sabun sebelum makan
d.      Target
2.      Anak usia sekolah
 Taktik dan marketing mix
1.      Produk
Kampanye cuci tangan menggunakan sabun dan penggunaan oralit yang benar
2.      Place
Sekolah Dasar, Posyandu, Kegiatan PKK
3.      Price
Pembelian produk pada pihak sponsor dan dinas kesehatan
4.      Promotion
Melalui media cetak seperti leaflet, brosur dan elektronik seperti radio dan televisi.
1.      Partnership
Bermitra dengan pihak sekolah (Departeman Pendidikan, Departemen Agama), Instansi setempat (misalnya: kelurahan, kecamatan) dan Dinas Kesehatan.
2.       Policy
Kebijakan merupakan hal yang memperkuat produk. Berupa kebijakan antara lain:
    1. Sekolah untuk mewajibkan anak didiknya untuk membeli jajanan yang hiegienis dan mencuci tangan dengan sabun sebelum makan.
    2. Pihak sekolah meminta komite sekolah menganggarkan dana untuk pembuatan saran/tempat cuci tangan di sekolah.
    3. Kebijakan kelurahan maupun kecamatan untuk menginstruksikan ketua PKK untuk memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu tentang penggunaan oralit di dalam kegiatannya.
    4. Organisasi dan pelaksanaan

Pelaksanaannya dengan memberdayakan masyarakat dengan didukung oleh sponsor produk.
Berdasarkan tulisan diatas terdapat komponen tambahan lain yaitu, kemitraan, kebijakan dan sumber dana. Kemitraan mengacu pada makna penting kerja sama dengan organisasi lain untuk menangani masalah yang begitu rumit sehingga organisasi tidak perlu sendirian menghadapinya. Kebijakan mengacu pada kebutuhan untuk menghadapi perubahan lingkungan dan kontekstual yang terjadi seperti perubahan perundangan dan kebijakan masyarakat, yang harus mendukung perubahan perilaku. Sumber dana mencakup berbagai jenis sponsor, misal yayasan, pemerintah, sponsor swasta yang diperlukan untuk mendukung upaya pemasaran sosial.

SUMBER

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar